KATA KERJA OPERASIONAL TAXONOMI BLOOM

KAJIAN RUANG LINGKUP, ANALISIS SK/KD,  dan

PEMBUATAN JARINGAN DAN INDIKATOR BERBAGAI MATA PELAJARAN

(PKn, IPA, IPS, BHS INDONESIA, MATEMATIKA, SENI-BUDAYA, ORJASKES DAN AGAMA)

Disajikan Dalam Diklat Guru Kelas Awal (Kelas 1, 2, dan 3) SD/MI

Oleh : TIM TEMATIK PPPPTK PKn dan IPS BATU

  1. A.      Pendahuluan

Suatu pemikiran tentang pembelajaran Tematik dilakukan sejak konsep kurikulum 2004 mulai digulirkankan, selanjutnya diperkuat dengan rekomendasi BSNP yang kemudian mendapat legalitas dari Menteri Pendidikan Nasional dalam bentuk Permendiknas khususnya nomor 22 tentang Standar Isi dan Permendiknas nomor 41 tentang Standar Proses. Pemikiran ini mengacu pada hakekat perkembangan anak terutama yang sedang berada di posisi kelas awal,  DULU diistilahkan kelas rendah yaitu kelas 1, 2, dan kelas 3.  Dan setelah BSNP memberikan rekomendasinya berdasarkan Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang tahapan pelaksanaan, maka secara bertahap diharapkan sekolah sudah mulai melaksanakan KTSP pada tahun 2006/2007 tahap pertama untuk kelas 1 dan 4 SD/MI. Tahap kedua 2007/2008 kelas 1, 2 dan 4, 5 SD/MI. Tahap ketiga tahun 2008/2009 sosialisasi final sudah dilaksanakan untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD/MI. Tahun 2009/2010, sudah bukan lagi tahapan sosialisasi, melainkan sudah memasuki tahapan implementasi. Seluruh satuan pendidikan/sekolah sudah melaksanakan/menerapkan/mengimplementasikan KTSP. Saat ini tahun 2010/2011 satuan pendidikan telah memasuki tahapan implementasi yang ditindak lanjuti dengan penguatan kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah sebagai tenaga supervisor, dengan harapan dapat memadukan program-program pemerintah tentang keterlaksanaan KTSP bagi satuan pendidikan dengan tidak menutup kemungkinan berbagai permasalahan akan dihadapi oleh satuan pendidikan.

Program pemerintah di tahun 2011/2012 adalah melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah dan Monitoring Sekolah oleh Pemerintah daerah  (EDS/M dan MSPD) yang akan melihat keterlaksanaan 8 standar nasional.

Pelaksanakan KTSP, tentunya mengacu pada standar nasional yaitu Permendiknas (ada 8 standar) antara lain nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi. Di dalam standar isi ini ada 2 ketentuan besar yaitu (1) memuat Karangka Dasar dan (2) memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Di dalam kerangka dasar terdapat ketentuan bahwa untuk peserta didik/siswa di kelas 1, 2 dan 3 menggunakan pendekatan tematik. Dengan pendekatan tematik disajikan pembelajaran secara terpadu berbagai mata pelajaran namun tetap tidak mengganggu karakteristik dari masing-masing mata pelajaran. Sedangkan di kelas 4, 5, dan 6 menggunakan pendekatan mata pelajaran, IPS dan IPA disajikan terpadu.

Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar,  konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan dengan

Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui Tema sebagai pemersatu, sebagai pusat perhatian yang dipergunakan untuk memahami gejala dan konsep

 

Ciri utama dari perkembangan anak sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah adalah pemikiran mereka masih bersifat holistik, perkembangan anak bersifat terpadu. Aspek perkembangan yang satu masih terkait erat antara yang satu dengan yang lainnya dan mempengaruhi aspek perkembangan yang lain. Perkembangan fisik tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial dan emosional, demikian juga sebaliknya. Perkembangan anak akan terpadu dengan pengalaman, kehidupan dan lingkungan kesehariannya, mulai dari lingkungan yang terdekat ke lingkungan yang semakin jauh, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 

Dalam menyiapkan pembelajaran di kelas awal ini guru perlu mempertimbangkan beberapa aspek agar pembelajaran dapat berdaya guna dan berhasil guna. Belajar secara menyenangkan sangatlah dianjurkan agar supaya siswa tidak merasa sedang di format untuk mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan, melainkan dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan siswa tidak merasakan bahwa dia sebenarnya sedang belajar dan sedang mentransformasi suatu ilmu pengetahuan ke dalam dirinya, karena suasananya yang ”Joy Full Learning”

Aspek yang perlu mendapat perhatian dalam mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar adalah dengan mewujudkan pembelajaran tematik dengan memperhatikan  keterpaduan berbagai mata pelajaran dalam setiap  kali tatap muka.

 

Aspek-aspek dimaksud adalah :

a)      Aspek perkembangan anak yaitu

  • Perkembangan fisik
  • Perkembangan intelektual
  • Perkembangan pribadi
  • Perkembangan  sosial,
  • Perkembangan  emosional
  • Perkembangan moral

 

b)      Aspek kesiapan guru dalam menterjemahkan kurikulum, terlebih sekarang ini dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut para guru dapat merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak, sekolah dan lingkungan sekitar.

c)      Aspek iklim belajar yang sekarang ini telah bergeser dari iklim belajar instruksional: pembelajaran model satu arah, hanya dari guru kepada siswa, kurikulumnya bersifat formal/given, berorientasi pada kelompok dan berpusat pada guru,  pada model pembelajaran masa kini menjadi sistem belajar transaksional. Yaitu pembelajaran yang mengacu pada kurikulum eksperiensial (sesuai dengan kondisi lapangan), berorientasi pada individu, berpusat pada siswa serta menggunakan pendekatan belajar multi arah.

 

Dalam mengakomodasi berbagai aspek tersebut, guru perlu menyiapkan diri untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak dengan cara pembelajaran menggunakan pendekatan tematik yang memadukan berbagai mata pelajaran. Anak diajak memahami konsep  melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Pembelajaran semacam ini diyakini sebagai suatu pembelajaran yang lebih bermakna karena sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

 

Pembelajaran dengan pendekatan tematik bertolak dari suatu topik atau tema tertentu yang dipilih guru dengan atau bersama anak. Dimana konsep-konsep suatu mata pelajaran saling terkait dan dijadikan sebagai alat dan wahana untuk mempelajari dan menjelajahi suatu topik atau tema.

 

Belajar dengan pendekatan tematik ini lebih banyak menekankan pada keterlibatan anak dalam belajar, membuat anak menjadi aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan. Pembelajaran ini cocok sekali dengan konsep dari John Dewey dengan konsep Learning by Doing.

Dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik ini perlu disajikan  contoh model kajian atau analisis SK, KD dan pembuatan indikator agar penerapan pembelajaran tematik dapat disajikan sesuai dengan ketentuan. agar guru memperoleh gambaran secara utuh, maka  Di bawah ini akan disajikan contoh analisis SK, dan KD untuk penerapan pendekatan tematik yang secara utuh diawali dengan memahami terlebih dahulu kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran (Bhs Indonesia, Matematika, IPS, IPA, PKn, Seni-Budaya, Olah raga jasmani dan kesehatan serta agama, khususnya akhlak mulia serta budi pekerti luhurnya) kemudian nanti akan dilanjutkan dengan dibuat jaringan KD dan Indikator, setelah itu dituangkan ke dalam format silabus (tematik) yang mengakomodasi berbagai mata pelajaran, dan dari silabus ini dibuat rencana pelaksanaan pembelajaran tematik. Bagaimana menerapkan RPP selanjutnya disajikan juga contoh langkah-langkah penerapannya (dalam makalah RPP tematik).

 

Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu melalui tema sebagai pemersatu kegiatan yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, dimaksudkan untuk

memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Karena  siswa dalam memahami  berbagai konsep yang mereka pelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya.

Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Pelaksanaan pendekatan ini berawal dari suatu tema dan atau topik yang dipilih/dikembangkan dan ditemukan oleh guru dan atau bersama anak. Apabila dibandingkan dengan pembelajaran  konvensional, maka pembelajaran terpadu ini tampak lebih menekankan pada keterlibatan anak dalam belajar.

Membuat anak aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan  pembuatan keputusan. Memberikan pengalaman langsung pada anak dan tidak tampak

adanya pemisahan antara mata pelajaran yang satu dengan lainnya. Menyajikan materi dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran, bersifat fleksibel dan hasil pembelajarannya dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

 

Tim pengembang PGSD dalam Pembelajaran Terpadu D-II PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar disebutkan bahwa pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai:

  • Pembelajaran yang beranjak dari satu tem atertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari bidang studi yang bersangkutan maupun dari bidang studi lainnya.
  • Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi/mata pelajaran yang mencerminkan dunis nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak.
  • Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara simultan
  • Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa bidang studi/mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan anak dapat belajar dengan lebih baik dan bermakna

 

Kegiatan analisis SK, KD dan pembuatan Indikator berbagai mata pelajaran perlu dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam perencanaan penyajian pembelajaran dan untuk mengetahui ketercapaian kompetensi. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, sikap dan perilaku. (lihat contoh terlampir)

 

 

TUGAS KELOMPOK:

  1. Baca SK dan KD dari masing-masing mata pelajaran
  2. Pikirkan tema-tema yang bisa diangkat dalam setiap KD
  3. Buat kolom Pemetaan dan kajilah masing-masing mata pelajaran dikaitkan dengan tema selama setahun
  4. Usahakan sesuai dengan jenjang kelasnya (sesuai pembagian kelompok)
  5. Jadikanlah hasil tugas “pengembangan tema” sebagai acuan (hasil tugas kelompok) yang sudah dibuat pada materi pengembangan tema sebelum ini.
  6. Buatlah indikator (penjabaran KD) yang sesuai dengan tema yang akan dibelajarkan kepada siswa. Untuk mengukur ketercapaian SK dan KD. Indikator ini berbeda dengan tujuan yang akan dicapai dalam RPP. Karena kalau tujuan akan menjadi acuan penyusunan alat penilaian. Sedangkan indikator adalah jabaran materi dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  7. Sebuah indikator wajib memuat materi dan behaviour (perilaku yang diharapkan dimiliki siswa setelah menerima materi)
  8. Bisa melihat daftar kata kerja operasional (dalam lampiran makalah ini)
  9. Buatlah jaringan indikator

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

CICED bekerjasama dengan CCE (Calabas, USA) dan Kanwil Depdiknas Jawa Barat; (1998): Kami Bangsa IndonesiaProyek Kewarganegaraan, Buku Panduan Guru, bandung; Center for Civic Education.

CICED bekerjasama dengan CCE (Calabas, USA) dan Kanwil Depdiknas Jawa Barat; (1998): Kami Bangsa Indonesia … Proyek Kewarganegaraan, Buku Siswa , bandung; Center for Civic Education.

Dasim Budimansyah; (2002): Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio, PT Ganesindo, Bandung.

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah; (2002): Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB Tingkat dasar dan Mi, Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kerangka Dasar Kurikulum 2006Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan  untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Kertakes untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum; (2006): SI Kurikulum 2006  Mata Pelajaran Agama untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional ; (2003):  Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional,  Jakarta.

Herwindo Haribawa; (1999/2000): Penilaian Portofolio (Portofolio assesment), Depdiknas, Proyek perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005  (2006) tentang Guru  dan Dosen, CV Laksana Mandiri  Jakarta

 

LAMPIRAN:

Untuk memperbaiki kata kerja pada kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator hasil belajar dapat digunakan contoh-contoh kata kerja pada tabel di bawah ini.  Kedalaman dan keluasan materi dapat digunakan untuk gradasi dan kesinambungan kompetensi

 

Ranah Kognitif

Pengetahuan

Pemahaman

Penerapan

Analisis

Sintesis

Penilaian

Mengutip Menambah Memerlukan Menganalisis Mengabstraksi Mempertimbangkan
Menyebutkan Memperkirakan Menyesuaikan Mengaudit/memeriksa Menganimasi Menilai
Menjelaskan Menjelaskan Mengalokasikan Membuat blueprint Mengatur Membandingkan
Menggambar Mengkategorikan Mengurutkan Membuat garis besar Mengumpulkan Menyimpulkan
Membilang Mencirikan Menerapkan Memecahkan Mendanai Mengkontraskan
Mengidentifikasi Merinci Menentukan Mengkarakteristikkan Mengkategorikan Mengarahkan
Mendaftar Mengasosiasikan Menugaskan Membuat dasar pengelompokkan Mengkode Mengkritik
Menunjukkan Membandingkan Memperoleh Merasionalkan Mengkombinasikan Menimbang
Memberi label Menghitung Mencegah Menegaskan Menyusun Mempertahankan
Membuat index Mengkontraskan Mencanagkan Membuat dasar pengkontras Mengarang Memutuskan
Memasangkan Mengubah Mengkalkulasi Mengkorelasikan Membangun Memisahkan
Menemutunjukkan Mempertahankan Menangkap Mendeteksi Menanggulangi Memprediksi
Menamai Menguraikan Memodifikasi Mendiagnosis Menghubungkan menilai
Membuat kerangka Menjalin Mengklasifikasikan Mendiagramkan Menciptakan Memperjelas
Menandai Membedakan Melengkapi Mendiversifikasikan Mengkreasikan Merangking
Membaca Mendiskusikan Menghitung Menyeleksi Mengkoreksi Menugaskan
Menyadari Mengunggulkan Membangun Memerinci ke bagaian-bagian Memotret Menafsirkan
Menghapal Menggali Membiasakan Menominasikan Merancang Memberi pertimbangan
Meniru Mengira Mendemonstrasikan Mendokumentasikan Mengembangkan Membenarkan
Mencatat Mencontohkan Menurunkan Menjamin Merencanakan Mengukur
Mengulang menerangkan Menentukan Menguji Mendikte Memproyeksi
Mereproduksi Mengemukakan Menemukan Mencerahkan Meningkatkan Memerinci
Meninjau Memperluas Menggambarkan Menjelajah Memperjelas Menggradasi
Memilih Mempolakan Menemukan kembali Membagankan Memfasilitasi Merentangkan
Menyatakan Memfaktorkan Membagankan Memfile Membentuk Merekomendasikan
Mempelajari Menggeneralisasikan Menggunakan Membuat kelompok Merumuskan Melepaskan
Mentabulasi Memberikan Menilai Mengidentifikasi Menggeneralisasi Memilih
Memberi kode Menmyimpulkan Melatih Mengilustrasikan Menumbuhkan Merangkum
Menelusuri Berinteraksi Menggali Menyimpulkan Menangani Mendukung
Menulis Mengumpulkan Membuka Menginterupsi Mengirim Mengetes
  Memaknai Mengemukakan Menemukan Memperbaiki Memvalidasi
  Mengamati Membuat faktor Menelaah Menggabungkan Membuktikan kembali
  Merumuskan kembali Membuat gambar Menata Memadukan  
  Menggrafikkan Membuat grafik Mengelola Membatasi  
  Meramalkan Menangani Memaksimalkan Menggabungkan  
  Memperbaiki Mengilustrasikan Meninimalkan Mengajar  
  Menulis kembali Mengadaptasi Mengoptimalkan Membuat model  
  Membuat abstraksi Menyelidiki Memerintahkan Mengimprovisasi  
  Merangkum Memanipulasi Menggarisbesarkan Membuat jaringan  
  Menjabarkan Mempercantik Memberi tanda/kode Mengorganisasikan  

Mengkomunikasikan secara visual

Mengoperasikan Memprioritaskan Mensketsa  
    Mempersoalkan Mengedit Mereparasi  
    Mengkonsepkan Menanyakan Merencanakan  
    Melaksanakan Mengaitkan Menampilkan  
    Meramalkan Memilih Menyiapkan  
    Menyiapkan Memilah Meresepkan  
    Memberi harga Mengukur Memproduksi  
    Memproses Membagi  ulang Membuat program  
    Memproduksi Melatih Menata ulang  
    Memproyeksikan Mentransfer Merekonstruksi  
    Melindungi   Mencari referensi  
    Menyediakan   Menggunakan referensi
    Mengakitkan   Mereferensikan  
    Melingkari   Memperbaiki  
    Menyusun   Menuliskan kembali  
    Mempertunjukkan   Menspesifikasikan  
    Mensimulasikan   Merangkum  
    Mensketsakan   Mengkomposisikan  
    Memecahkan      
    Melanggankan      
    Mentabulasi      
    Membuat transkrip      
    Menterjemahkan      
    Melakukan      

 

 

Ranah Psikomotor

Mengaktifkan Mengoreksi Melonggrakan Mengalihkan  
Menyesuaikan Mengkreasikan Membuat Memecahkan masalah  
Menggabungkan Mendemonstrasikan Memanipulasi Menempel  
Melamar Merancang Mereparasi Memadankan  
Mengatur Memilah Mencampur Menjeniskan  
Mengumpulkan Melatih Memmaku Menjahit  
Menimbang Mengencangkan Mengoperasikan Mempertajam  
Memperkecil Memperbaiki Menjalankan Membentuk  
Membangun Mengikuti Menekan Mensketsa  
Mengkalibrasi Menggiling Memproduksi Memulai  
Mengubah Memegang Menarik Menyetir  
Membersihkan Memalu Mendorong Menggunakan  
Menutup Memanaskan Memindahkan Menimbang  
Mengkombinasikan Menggantung Memperbaiki Membungkus  
Memposisikan Mengidentifikasikan Menggantikan Mengemas  
Menyambungkan Mengisi Memutar    
Mengkonstruksi Menempatkan Menggirim    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RANAH AFEKTIF

Menerima Menanggapi Bekerja sama Menganut Menghayati
Mempertanyakan Bertanggungjawab Mengasumsikan tanggungjawab Mengubah Bertindak
Memilih Membantu Meyakini Menata Mengubah perilaku
Mengikuti Mengajukan Melengkapi Mengklasifikasikan Berakhlak mulia
Memberi Mengkompromikan Meyakinkan Mengkombinasikan Berfilosofi
Menmganut Menyenangi Memperjelas Mempertahankan Mempengaruhi
Mematuhi Menyambut Membedakan Membangun Menimbang masalah
Meminati Mendukung beriman Membentuk pendapat Mendengarkan
  Menyetujui Memprakarsai Menunjukkan dengan Mengajukan usulan
  Menampilkan Mengundang memadukan Mengkualifikasi
  Melaksanakan Menggabungkan Mengelola Mempertanyakan
  Menampilkan Memperjelas Menimbang alternatif Melayani
  Melaporkan Berperanserta Menegosiasi Menunjukkan kematangan/kedewasaan
  Memilih Mengusulkan Berembuk Memecahkan
  Mengatakan Menekankan Bersilang pendapat Membuktikan kembali
  Membuat pertanyaan Berbagi    
  Memilah Menyumbang    
  Menolak Bekerjakeras    

 

3 Balasan ke KATA KERJA OPERASIONAL TAXONOMI BLOOM

  1. widji astutik berkata:

    THANKS BERKAT TULISAN ANDA, SAYA SANGAT TERBANTU ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s