Penggunaan Alat Peraga Geometri untuk menentukan FPB dan KPK

ABSTRAK

PANJI AMBORO, 2012/2013, Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang FPB dan KPK  Dengan Menggunakan Alat Peraga Geometri Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Lumutan 1 Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2012/2013

PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Kata Kunci         :       Alat Peraga Geometri dan hasil belajar.

Dalam pembelajaran Matematika kelas IV semester 1 dengan Standar Kompetensi (2) Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah dan Kompetensi Dasar (2.3) Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB), berdasarkan pemantauan di lapangan sebelum tulisan ini di buat, menunjukkan bahwa hasil ulangan harian  siswa  SD Negeri Lumutan 1 Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso sejumlah 31 anak memperoleh nilai rata-rata 58 untuk materi menentukan FPB  , (sumber: Daftar Nilai Siswa Kelas IV SDN Lumutan 1) pada tahun pelajaran 2012-2013. Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Matematika di kelas IV untuk Kompetensi Dasar (2.3) Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah 66,33

Berdasarkan paparan di atas tampak siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran Matematika, kesulitan siswa tersebut disebabkan siswa tidak hafal perkalian dan pembagian, padahal materi perkalian dan pembagian merupakan materi prasyarat untuk bisa mempelajari FPB. Kurangnya informasi yang lain selain dari buku akan menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman pengetahuan siswa, dan metode yang digunakan guru adalah ceramah. Siswa tampak diam saat guru menanyakan “bisa apa tidak” terhadap materi FPB yang sudah diajarkan. Pembelajaran Matematika yang dilakukan guru terutama pada materi FPB   belum menggunakan alat peraga atau masih abstrak. Sehingga pemahaman konsep tentang FPB dan KPK   masih belum tampak.

Pemahaman konsep tentang faktor persekutuan terbesar  sangatlah penting, berkiblat dari permasalahan tersebut peneliti menggunakan alat peraga geometri untuk menentukan faktor persekutuan terbesar. Dengan menggunakan alat peraga geometri siswa dapat lebih aktif aspek psikomotornya sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya, dengan menggunakan alat peraga geometri dapat  dengan mudah menentukan FPB, selain itu dengan menggunakan alat peraga pembelajaran akan lebih menarik dan hasil yang diperoleh tidak verbalisme.

HW Fowler (dalam Amin Suyitno, 1985:736) mendefinisikan bahwa “mathematics is the abstract science of space and number”. Sedangkan Marshal Walkter (1955:115) menyatakan bahwa “mathematics may be defined as the study of abstract and their interrelations”. Pembelajaran matematika Menurut The American Educator Encyclopedia (1955) disebutkan bahwa “mathematics : an inclusive term for a number of branches of learning that deal with magnitudes, number, quantities and their relationships”.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik matematika adalah :

  • Pembelajaran matematika dilakukan berjenjang. Dari konkret- semi konkret-abstrak-abstrak sederhana-kompleks.
  • Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral. Konsep baru dikembangkan dengan mengaitkan konsep yang telah dipahami siswa dan konsep baru merupakan perluasan konsep sebelumnya.
  • Pembelajaran matematika mengunakan pola deduktif. Artinya dari umum ke khusus. Tetapi untuk jenjang SD menggunakan pola induktif yaitu dari khusus ke umum.
  • Pembelajaran matematika menganut kebenaran konstitusi.. Artinya pemyataan dianggap benar jika didasarkan pada pernyataan yang sebelumnya dianggap benar.

   Setelah guru mengetahui karakteristik matematika, guru akan lebih jelas peranan alat peraga dalam mengkonkretkan sesuatu yang abstrak untuk memperjelas penyajian. Tidak kalah pentingnya yaitu seorang guru mengetahui materi pelajaran matematika berkesinambungan dari kelas ke kelas lain di atasnya sehingga siswa yang belum menguasai fakta di kelas bawah sangat menjadi kendala dikelas berikutnya

            Populasi dalam penelitian ini dipilih sample sebanyak 31 siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Lumutan 01 Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2012/2013.

Matematika berkaitan dengan cara mencaritahu tentang menghitung secara sistematis, sehingga matematika bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga geometri melibatkan siswa aktif dalam proses kegiatan pembelajaran, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fakta dan konsep tentang materi yang dipelajarinya.

Secara umum terjadi peningkatan hasil belajar pada pembelajaran matematika pokok bahasan menentukan FPB dan KPK dengan menggunakan alat peraga geometri. Pada aspek pemahaman konsep prasiklus diperoleh nilai rata-rata kelas hasil belajar sebesar 58,06, pada siklus-1 nilai rata-rata kelas hasil belajar sebesar 67,50 dan pada siklus ke-2 nilai rata-rata kelas hasil belajar mencapai 79,03. Hasil ini menunjukkan peningkatan hasil belajar aspek pemahaman konsep

Dari hasil pengamatan aspek psikomotorik dan afektif, secara umum juga mengalami peningkatan antara proses pembelajaran siklus 1 dan siklus 2. Pada saat siklus 1 siswa belum terbiasa dengan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga geometri, dan pada saat siklus 2 siswa semakin terbiasa dengan penerapan kegiatan-kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga geometri. Pada penilaian proses siklus 1 diperoleh hasil rata-rata sebesar 70,61 dan pada siklus ke-2 hasil rata-rata yang dicapai adalah 86,02.

Hasil analisis dan keputusan tersebut berarti mendukung teori yang mengatakan bahwa antara pemanfaatan alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Dikatakan bahwa dengan adanya pemanfaatan alat peraga siswa dapat merasa senang dan memahami materi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar atau hasil belajar.

Atas dasar dari yang terurai di atas, maka agar prestasi belajar siswa menjadi semakin  meningkat diharapkan kepada para guru untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan alat peraga dan senantiasa memberikan motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran. Disamping itu bagi para kepala sekolah diharapkan untuk selalu mendorong para guru agar mau meningkatkan kemampuannya dalam penggunaan alat peraga  yang menarik serta memberikan motivasi kepada siswa

Tentang panjiamboro

Ikhlas Bhakti Bina Bangsa
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s